Inovasi Penggunaan AI Bermunculan dalam Lokakarya Ahli di UGM
ELSAM mengadakan lokakarya ahli bertajuk “Dinamika Perkembangan Teknologi Kecerdasan Artifisial: Peluang dan Tantangannya dari Beragam Perspektif Bidang Ilmu Pengetahuan” di Yogyakarta, 6 Maret 2024. Lokakarya ini merupakan kerja sama dan dilaksanakan di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.
Peserta lokakarya merupakan dosen dan peneliti dari berbagai fakultas yang terlibat dalam diskursus kecerdasan buatan pada bidang masing-masing. Beberapa perwakilan yang datang merupakan peneliti dari Center for Digital Society (CfDS), dosen dari Fakultas Filsafat, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Pertanian, hingga Fakultas Teknik.
Lokakarya bertujuan untuk menggali diskursus keilmuan, memetakan perkembangan inovasi, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dari berbagai disiplin ilmu. Luaran yang diharapkan dari lokakarya ini adalah buku sumber mengenai kecerdasan buatan dari berbagai perspektif ilmu.
Salah satu cerita pemanfaatan AI yang muncul dalam lokakarya ini yaitu penggunaan generatif AI dalam optimasi desain. Pemanfaatan generatif AI sebagai alat pembelajaran ini sudah dilakukan di Fakultas Teknik. Tidak hanya optimasi desain, penggunaan AI dalam pembelajaran juga digunakan untuk memprediksi data, harga, hingga tren pekerjaan di masa depan.
Di bidang pertanian, AI dapat digunakan untuk membuat simulasi prediksi musim tanam hingga panen. Data-data yang diinput meliputi data meteorologi, suhu, komoditas pangan, hingga riwayat musim. Lebih jauh, peta kerawanan pangan dalam skala temporal maupun spasial juga dapat dikembangkan dari pemanfaatan AI.
Sementara itu, penggunaan AI dalam pengembangan keilmuan perikanan yaitu pemetaan musim panen ikan di laut. Sejumlah peneliti perikanan di Fakultas Pertanian UGM memaksimalkan data satelit seperti suhu permukaan laut, suhu perairan, dan data air muka laut untuk mengetahui kesuburan nutrisi di laut.
Meskipun begitu, penggunaan teknologi AI ini tidak tanpa hambatan. Beberapa hambatan dalam pembelajaran seperti penggunaan generatif AI yang seharusnya untuk alat bukan untuk menghasilkan produk. Selain itu, hambatan geografis dan kondisi alam yang tidak menentu di lapangan juga belum sepenuhnya teratasi dengan menggunakan AI.
UGM merupakan salah satu universitas yang telah mengembangkan AI secara khusus dalam keilmuannya. Beberapa yang telah dilakukan seperti pendirian program studi Magister Kecerdasan Buatan pada 2022 lalu, adanya fasilitas UGM Artificial Intelligence (AI) Center di Fasilitas Teknik, dan yang terbaru didirikannya Center of Ethics di Fakultas Filsafat yang salah satunya juga membahas etika kecerdasan buatan.