ELSAM Menyerahkan Usulan Regulasi Tata Kelola AI Kepada Kominfo
ELSAM menyerahkan draft usulan Peraturan Menteri terkait Tata Kelola Kecerdasan Artifisial kepada Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Nezar Patria pada Rabu, 26 Juni 2024 di Jakarta. Draft usulan ini merupakan upaya merumuskan regulasi yang lebih mengikat, setelah sebelumnya Kominfo menerbitkan Surat Edaran Menteri Kominfo tentang Etika Kecerdasan Buatan.
Draft diserahkan oleh Wahyudi Djafar, Direktur Eksekutif ELSAM kepada Wamen Kominfo. Dalam sambutannya, Wahyudi menyebutkan bahwa langkah ini krusial bagi Indonesia. Pada tataran global PBB, telah melakukan resolusi bagi negara anggotanya untuk menyiapkan regulasi yang mengatur kecerdasan artifisial yang bertanggung jawab. Di sisi lain, peta jalan aksesi Indonesia menjadi negara OECD juga mengamanatkan pentingnya regulasi yang efektif dalam pengembangan kecerdasan artifisial.
“Kami mencoba menyarikan berbagai perkembangan global terkait regulasi dan tata kelola AI dalam satu usulan naskah kebijakan yang harapannya menjadi pijakan dalam pengembangan regulasi AI yang bertanggung jawab dan terpercaya,” sebut Wahyudi.
Beberapa substansi dari naskah tersebut yaitu definisi, ruang lingkup, prinsip-prinsip, operasional kecerdasan artifisial, hingga pendekatan berbasis risiko. Berbagai materi ini disarikan dari panduan yang dikembangkan OECD, negara G7 pada Hiroshima Process, hingga Uni Eropa yang menjelaskan berbagai risiko penggunaan AI.
Nezar Patria mengapresiasi upaya ELSAM dalam penyusunan naskah draft usulan Permen terkait Tata Kelola AI. Menurutnya, persoalan AI mendesak untuk direspons perkembangannya baik berkaca dari tingkat global, regional, dan nasional.
“Dengan adanya regulasi yang lebih jelas, bisa jadi Indonesia tidak hanya sebagai negara pengguna melainkan juga pengembang yang bisa masuk dalam rantai pasok global AI,” tuturnya.
Dalam diskusi “Menyiapkan Regulasi AI yang Bertanggung jawab dan Terpercaya untuk Indonesia” ini, turut hadir sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang. Mereka adalah Ketua LPPM Unika Atma Jaya, Dr Sih Yuliana Wahyuningtyas; Director Governance Affairs Microsoft Indonesia & Brunei Darussalam, Ajar Edi; Chief Technology Officer INDICO, Dios Kurniawan; serta Head of Unit Social and Human Sciences UNESCO, Undral Ganbaatar. Para pembicara memberikan pandangan dari masing-masing bidang termasuk industri, akademis, hingga praktisi internasional.