ELSAM-Kompas Bahas Kolaborasi Angkat Isu HAM dan Teknologi
Tim ELSAM berkunjung ke Menara KOMPAS.

ELSAM-Kompas Bahas Kolaborasi Angkat Isu HAM dan Teknologi

Sabtu, 15 Agt 2026

Jakarta — Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) bertandang ke kantor Kompas pada Jumat (14/8/2026) lalu untuk membahas peluang kolaborasi dalam menyebarluaskan hasil kajian ELSAM serta mengangkat isu-isu yang penting bagi publik. Pembahasan mencakup sejumlah isu, mulai dari tata kelola data pribadi hingga ancaman spyware.

Kunjungan ELSAM disambut Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, Adi Prinantyo, bersama sejumlah jurnalis Kompas. Membuka diskusi, Direktur Eksekutif ELSAM, Desiana Samosir, menjelaskan sejumlah isu HAM yang sedang diadvokasi ELSAM. Salah satunya adalah dampak perkembangan teknologi digital terhadap hak asasi manusia.

“Salah satu yang kami upayakan juga mencoba mendorong akuntabilitas dari platform, dan platform semestinya tunduk terhadap konsep hak asasi manusia itu sendiri,” ucap Desi.

Desi mengatakan salah satu hal yang kini sedang didorong ELSAM adalah pembentukan lembaga pengawas pelindungan data pribadi. Kehadiran lembaga ini, menurutnya, penting untuk memastikan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (PDP) dapat diimplementasikan. Terlebih, sejak UU PDP disahkan pada 2022, terjadi banyak pelanggaran data pribadi yang penuntasannya belum memadai.

Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, Adi Prinantyo, menyambut baik kunjungan ELSAM. Menurutnya, isu-isu yang diadvokasi ELSAM perlu mendapat perhatian masyarakat luas, salah satunya melalui media. “Kita memang dalam era yang memerlukan kolaborasi (dengan NGO),” ujar Adi.

Kepala Editor Politik dan Hukum Kompas, A. Ponco Anggoro, mengatakan interaksi Kompas dengan ELSAM selama ini cukup intens. ELSAM kerap menjadi rujukan informasi yang tidak diperoleh jurnalis serta membantu memperluas dan memaknai isu-isu tertentu. Ia mengakui bahwa isu teknologi dalam kaitannya dengan demokrasi dan HAM masih menjadi tantangan bagi redaksi.

“Kami sudah dengar soal spyware dan Pegasus, tapi baru sekarang lihat detailnya,” ungkap Ponco. “Vibes-nya memang sekarang harus kolaborasi, tidak bisa lagi jalan sendiri-sendiri,” imbuhnya. Ia juga menyampaikan keprihatinannya mengenai ancaman peretasan terhadap jurnalis yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Jurnalis Kompas, Mukhamad Kurniawan, menilai teknologi digital juga menghadirkan tantangan bagi media. Salah satunya adalah penyebaran kembali video demonstrasi di Jakarta. Demonstrasi dalam video tersebut sebenarnya terjadi pada tahun sebelumnya, tetapi kembali diedarkan pada Juli 2026 dengan narasi yang menyudutkan media yang tidak meliput demonstrasi tersebut.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal bagi ELSAM dan Kompas untuk memperkuat kolaborasi dalam menyebarluaskan hasil kajian dan mengangkat isu-isu yang penting bagi publik.

Penulis: Ferinda K. Fachri


 

A R T I K E L T E R K A I T

Kamis, 3 Sep 2020
Padahal keberadaan lembaga ini sangat penting bagi optimalnya perlindungan data pribadi seperti yang diharapkan dari kehadiran UU tersebut
Selasa, 21 Okt 2025
Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) dinilai membuka jalan bagi militerisasi ruang digital di Indonesia
+