Pelatihan dan Beasiswa untuk Perkuat Pemahaman Jurnalis Muda Meliput Isu HAM dan Sawit
Pelatihan dan beasiswa jurnalis muda

Pelatihan dan Beasiswa untuk Perkuat Pemahaman Jurnalis Muda Meliput Isu HAM dan Sawit

Kamis, 12 Sep 2024

ELSAM bekerja sama dengan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) menggelar pelatihan jurnalis muda pada 2-4 September 2024 di Bogor, Jawa Barat. Dalam rangkaian kegiatan pelatihan dan beasiswa peliputan "HAM dan Keberlanjutan di Perkebunan Sawit", sebanyak 10 jurnalis peserta berasal dari Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Yogyakarta, Jakarta, hingga Papua Barat.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi serta praktik langsung dari para narasumber yang merupakan jurnalis senior dan praktisi. Beberapa materi meliputi prinsip kelapa sawit berkelanjutan, bisnis dan HAM, jurnalisme dasar, pengenalan jurnalisme investigasi, serta pemanfaatan audio dan visual dalam jurnalisme. Selain itu, ada juga materi mengenai keamanan siber, Open-source Intelegent (OSINT), jurnalisme data, dan strategi diseminasi. Para peserta dibekali pelatihan dasar untuk menunjang peliputan di lapangan yang hasilnya berupa teks narasi, video, photostory, dan laporan radio. 

Proposal yang diajukan peserta mengangkat mengenai isu di perkebunan sawit di daerah masing-masing. Beberapa isu yang diangkat mengenai kondisi pekerja, buruh perempuan, dampak perkebunan terhadap masyarakat adat, sengketa plasma, hingga praktik baik dan perjuangan petani dalam sertifikasi RSPO. Keragaman topik yang diangkat ini memperkaya konteks dalam memahami isu di perkebunan sawit.

Masing-masing jurnalis mendapatkan beasiswa sebesar Rp 5 juta rupiah. Waktu yang diberikan untuk peliputan selama sebulan. Masing-masing peserta wajib menghasilkan satu luaran berbentuk indepth yang diunggah di media masing-masing.

Pelatihan dan beasiswa peliputan ini penting mengingat Indonesia sebagai salah satu eksportir sawit terbesar di dunia tidak dapat lepas dari berbagai dampak yang menyertainya baik positif maupun negatif. Perkembangan wacana kelapa sawit yang berkelanjutan kemudian muncul sebagai respons untuk menerapkan sistem perkebunan yang berorientasi pada keseimbangan ekonomi, sosial, dan ekologi.

Ketiga tujuan besar sawit berkelanjutan mencapai peningkatan kesejahteraan, menghormati hak-hak masyarakat terdampak dan pekerja, dan terjaganya kelestarian lingkungan kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah prinsip oleh lembaga sertifikasi sawit global seperti Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) maupun nasional seperti Sustainable Palm Oil (ISPO). Prinsip-prinsip tersebut meliputi transparansi, kepatuhan terhadap hukum, tanggung jawab lingkungan, menghormati hak-hak pekerja, hingga tanggung jawab atas masyarakat terdampak.

Komitmen yang ditandai dengan adanya sertifikasi dari RSPO dan ISPO menjadi kabar baik bagi masa depan sawit Indonesia. Meski demikian, keraguan publik terhadap upaya perusahaan melaksanakan komitmen prinsip berkelanjutan masih tinggi. Konflik sosial dan deforestasi yang timbul akibat aktivitas perusahaan sawit yang hingga kini terjadi menjadi petunjuk yang jelas bahwa komitmen perusahaan terhadap prinsip sawit berkelanjutan belum direalisasikan.

Liputan mendalam tentang upaya perusahaan sawit menerapkan prinsip keberlanjutan dan dampaknya terhadap lingkungan, pekerja, dan masyarakat sekitar penting dilakukan. Melalui liputan mendalam dan penyebarluasannya di berbagai kanal komunikasi diharapkan wacana sawit berkelanjutan mendapat dukungan yang lebih luas dari publik dan semakin mendekati kenyataan. 

 




 

A R T I K E L T E R K A I T

Kamis, 6 Nov 2025
Workshop digelar sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran terhadap penyalahgunaan data pribadi selama pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024
Selasa, 30 Jan 2024
Peserta dan fasilitator pelatihan PULIH-EMBRACE Medan.
+