Membangun Komunikasi Efektif untuk Menggalang Dukungan bagi OMS di isu Lingkungan dan Sawit
ELSAM mengadakan lokakarya atau workshop untuk organisasi masyarakat sipil (OMS) bertajuk “Mengartikulasikan Pesan untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan” pada 20 Juni 2024 di Jakarta. Sebanyak 10 peserta dari beberapa OMS yang berbasis isu lingkungan dan kelapa sawit hadir dalam lokakarya ini.
Bekerja sama dengan Communication for Change (C4C), lokakarya diselenggarakan selama tiga sesi dengan selingan antara materi dan diskusi. Materi tersebut meliputi membuat pesan yang tepat, menganalisis penerima pesan, menyusun narasi, dan membuat desain sederhana.
Tujuan dari lokakarya ini yaitu membekali OMS dalam membuat pesan yang mudah dipahami serta menentukan posisi strategis lembaga dalam isu yang relevan. Selain itu lokakarya juga bertujuan untuk mendiskusikan permasalahan yang sering muncul serta meningkatkan dukungan dari masyarakat sipil dalam implementasi dan pemantauan praktik kelapa sawit berkelanjutan. Di sisi lain, lokakarya berfungsi sebagai wadah bagi OMS untuk mendiskusikan arah dan kampanye yang efektif untuk isu kelapa sawit berkelanjutan di berbagai platform.
Lokakarya ini berangkat dari keresahan atas banyaknya kasus yang didampingi dan ikut disuarakan oleh OMS tetapi tidak cukup mencuri perhatian masyarakat sipil. Berbagai kendala terjadi, mulai dari teknis seperti kurangnya sumber daya manusia hingga substansi seperti penyampaian pesan yang masih sulit dipahami oleh audiens. Hal ini menyebabkan upaya kampanye digital sering kali tidak mendapatkan perhatian yang cukup di kalangan pengguna sosial media. Padahal, tujuan kampanye salah satunya yaitu menyampaikan informasi agar berdampak serta menggalang dukungan audiens.
Kampanye yang tidak efektif menyebabkan biaya dan tenaga yang dikeluarkan menjadi lebih besar hingga berpotensi melahirkan pesan yang tidak selaras dengan tujuan kampanye. Beberapa hal yang terjadi seperti ketidaksesuaian target audiens yang meliputi preferensi, perilaku, serta kebutuhan. Selain itu, kampanye yang tidak efektif juga melahirkan inkonsistensi yang dapat berdampak pada integritas dan kepercayaan pada lembaga.
Tidak hanya mendorong audiens untuk berbuat sesuatu, hal yang paling dasar dalam kampanye adalah menginformasikan suatu nilai. Dalam konteks kelapa sawit, pemahaman kelapa sawit yang berkelanjutan masih minim di masyarakat. Survei MarkPlus Inc. yang dipublikasikan pada 2020 menunjukan hanya 16 persen responden yang sadar akan kelapa sawit berkelanjutan dengan beragam pemahaman definisinya. Sementara itu, 82 persen responden mengakui mau untuk berganti ke produk kelapa sawit berkelanjutan. Padahal, isu mengenai kelapa sawit berkelanjutan tidak hanya mengenai produk tetapi juga jaminan atas hak-hak pekerja hingga rantai pasok yang tidak eksploitatif.
Berangkat dari hal ini, peran OMS menjadi sentral dalam mengarusutamakan nilai-nilai dan pemahaman akan kelapa sawit berkelanjutan. Dengan penerapan kelapa sawit berkelanjutan, sejatinya kita juga mendukung kepastian hak-hak pekerja dalam rantai pasok sawit, utamanya mereka yang seringkali termarjinalkan seperti buruh perkebunan. Selain itu, hak-hak masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit atas lingkungan yang baik dan sehat juga dapat terakomodir.