Komunalisme dan Kekerasan Komunal

Komunalisme dan Kekerasan Komunal

Senin, 30 Jun 2008
CF_ JurnalKekerasan komunal tentu saja melibatkan massa, tetapi kekerasan massa tidak selamanya adalah kekerasan komunal. Ada yang unik tetapi juga sangat jelas terpandang dalam kekerasan komunal. Mungkin karena begitu jelasnya identifikasi terhadap faktornya, maka begitu jelas juga penyelesaiannya yaitu bahwa masalah itu tidak mudah terpecahkan. Inilah ironinya. Beberapa artikel dalam edisi kali ini melakukan analisis terhadap fenomena kekerasan komunal di Indonesia, seperti ditulis oleh Amiruddin, Chandra, dan Shumake. Dua tulisan lainnya lebih bersifat teoretis. Yang satu membela Komunalisme, yaitu Eirik Eiglad. Yang satunya lagi, Eddie Riyadi, mengkritik Komunalisme bukan pada tataran fenomenal belaka berupa ekspresi kekerasannya, tetapi menukik ke dalam relung teoretis-nya, lalu mencoba melakukan sintesis "nasionalisme multikultural". Artikel yang ditulis Otto Adi Yulianto adalah sebuah tinjauan wacana, berupa tinjauan atas pemikiran Amartya Sen. Untuk membaca jurnal DIGNITAS ini, silakan unduh

A R T I K E L T E R K A I T

Senin, 27 Mei 2013
Paradoks Indonesia berlanjut terus. Indonesia telah merdeka dari penjajah kolonial Belanda. Tapi, hukumnya yang represif terhadap orang-orang pers...
+