ELSAM dan Pemda Sanggau Jalin Kerja Sama Kembangkan Sistem Peringatan Dini Konflik Sawit
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Sanggau pada Senin (10/7). Kedatangan ELSAM diterima langsung oleh Bupati Sanggau, Paolus Hadi. Turut hadir dalam audiensi jajaran perangkat daerah Kabupaten Sanggau, antara lain Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Bappeda, Kabid Bina Usaha dan Perlindungan Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan, dan Bagian Hukum dan HAM. Sedangkan dari pihak ELSAM dihadiri oleh Ketua Badang Pengurus, Sandrayati Moniaga, Direktur Eksekutif, Wahyudi Djafar dan Manajer Program, Muhammad Busyrol Fuad.
Dalam pengantarnya, Sandra Moniaga mengatakan audiensi dilakukan untuk menjalin kembali kerja sama dengan Pemda Sanggau. Sebelumnya, ELSAM dan Pemda Sanggau pernah bekerja sama dalam penyusunan panduan penyusunan Perda berbasis HAM.
Melanjutkan Sandra, Direktur Eksekutif ELSAM Wahyudi Djafar menuturkan bahwa maksud dan tujuan terselenggaranya audiensi tersebut dalam rangka membangun komunikasi yang lebih intensif antara ELSAM dan Pemda Sanggau, khususnya untuk mendiskusikan rencana penyusunan dan pengembangan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) dalam konflik sawit.
“Inisiatif penyusunan dan pengembangan EWS ini merupakan salah satu kegiatan program yang diselenggarakan atas dukungan dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) melalui RSPO Outreach Programme,” kata Wahyudi.
Wahyudi melanjutkan, tujuan pengembangan EWS difokuskan untuk mencegah eskalasi konflik. EWS yang akan dikembangkan disusun secara kolaboratif oleh Pemerintah Kabupaten Sanggau dan masyarakat sipil, termasuk juga sektor bisnis.
“Sistem ini penting untuk diatur dalam kebijakan daerah. Nantinya melalui sistem ini, diharapkan dapat mencegah, memitigasi atau mende-eskalasi konflik di perkebunan kelapa sawit,” jelas Wahyudi.
Bupati Sanggau Paolus Hadi menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Paolus menyampaikan Pemda Sanggau selama ini sudah berupaya untuk melibatkan semua pihak untuk mendorong sawit berkelanjutan di daerahnya, salah satunya dengan terbentuknya Sekretariat Sabang Merah Berdompu.
Sekretariat Sabang Merah Berdompu sendiri merupakan forum multipihak dan beranggotakan sejumlah organisasi masyarakat sipil yang menjadi mitra pembangunan Pemda Sanggau.
“ELSAM nantinya bisa turut tergabung dalam sekretariat ini, sebagai bagian dari mitra pembangunan pemerintah Kabupaten Sanggau,” jelas Paolus.
Berbicara seputar konflik perkebunan sawit di Kabupaten Sanggau, M. Siryan, Kepala Bidang Bina Usaha dan Perlindungan Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan, menjelaskan empat sumber penyebab konflik di Kabupaten Sanggau, di antaranya berkaitan dengan kemitraan, tenurial, tata niaga dan pidana.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, ELSAM dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau berkomitmen akan menyusun Memorandum of Understanding (MoU) guna membingkai kerja sama antar keduanya. (Uad)