Agenda HAM
<May 2013>
M SSRKJS
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


Presiden: Asmara Nababan Pejuang Gigih Penegakan HAM




Selasa, 2 Nopember 2010
JAKARTA (Suara Karya): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan rasa dukacita mendalam kepada keluarga Asmara Nababan.
Dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Senin, Kepala Negara mengatakan meninggalnya mantan Sekjen Komnas HAM Asmara Nababan merupakan kehilangan besar bagi bangsa. "Saya pribadi mengenal Asmara Nababan di awal reformasi dan periode setelahnya. Beliau memang pejuang gigih penegakan HAM," kata Presiden.
Presiden menambahkan,"saya dengar siang ini jenazah beliu tiba (di Jakarta-red) atas nama negara dan pribadi ucapkan belasungkawa."
Mantan Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Asmara Nababan, meninggal dunia di Rumah Sakit Fuda di Guangzhou, China, akibat penyakit kanker paru-paru yang menderanya.
Pria kelahiran Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 2 September 1946, ini menyandang gelar sarjana hukum. Namanya mulai terdengar saat ia terjun sebagai aktivis hak asasi manusia Indonesia. Almarhum tercatat pernah pula menjadi anggota Tim Gabungan Pencari Fakta Kerusuhan Mei 1998 (TGPF), dan aktif pula di Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM).
Jenazah Asmara Nababan, Senin (1/11), dikebumikan di Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sebelumnya, mantan Sekjen Komnas HAM itu, disemayamkan di kantor Komnas HAM, Jakarta.
Saat penyemayaman mendiang Asmara, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim mengatakan, Asmara Nababan merupakan sosok pejuang HAM Indonesia sejati. Menurut Ifdhal, semasa hidupnya, Asmara selalu melihat orang lain dari sisi yang terbaik dan selalu ingin membantu.
"Ia selalu melihat orang lain dari sisi yang terbaik dan selalu ingin membantu," ujar Ifdhal di kantor Komnas HAM, Senin.
Asmara Nababan meninggalkan seorang istri bernama Magdalena Helmyna Maniara Sitorus dan tiga orang putri, yakni Juanita Miryam Hotmaida Nababan, Natasha Ruth Maria Nababan, Aviva Selma Bulan Nababan serta seorang putra bernama Yehonathan Uli Asi Nababan.
Ratusan pelayat dari berbagai lapisan masyarakat, berdatangan untuk melakukan penghormatan terakhir kepada mantan Sekjen Komnas HAM tersebut. Menurut Ifdhal, sepanjang hidupnya, almarhum dikenal dengan kiprahnya memperjuangkan tegaknya HAM di Indonesia.
"Ia sangat percaya dengan kekuatan masyarakat sipil dan berpartisipasi dalam pembentukan atau pun menjadi pembina berbagai organisasi yang peduli pada HAM dan demokrasi seperti Kontras, Pijar, Elsam, Demos, Komunitas Indonesia untuk Demokrasi, INFID, Hak di Timor Leste, HRRCA," ujarnya .
Almarhum menjadi anggota Komnas HAM pada 1993-2002, dan Sekjen Komnas HAM 2000-2002. (Sugandi)

sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=265269





ELSAM.or.id - Presiden: Asmara Nababan Pejuang Gigih Penegakan HAM
ELSAM: Membela Hak Asasi Manusia Untuk Keadilan