Kertas Posisi No.1/2010
Editor : Eddie Sius Riyadi
Kolasi: xxi, 140 halaman
Impresum: Jakarta:
ELSAM, 2010
ISBN: -
Harga: Rp
Bilingual Indonesia-Inggris
Sejak 2003, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) telah melakukan pemantauan dan penelitian lapangan atas praktik-praktik pelanggaran hak asasi manusia yang melibatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera (PP Lonsum Tbk-Sumatera Utara). Perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia ini sering terlibat dalam berbagai tindak pelanggaran hak asasi manusia, seperti pengusiran penduduk dari lahan-lahan pertanian, pelarangan atas aktivitas penduduk dalam mencari nafkah tambahan, pelanggaran hak-hak para buruh harian lepas dan dugaan kuat adanya praktik-praktik pelecehan seksual serta menggunakan anak sebagai pendukung buruh harian lepas (BHL).
Laporan ini mencakup praktik-praktik pelanggaran hak asasi manusia dominan di enam pemukiman penduduk yang masuk dalam kawasan perkebunan kelapa sawit PT PP lonsum Tbk-Sumatera Utara. Berdasarkan kesaksian penduduk di enam desa -Desa Pargulaan, Desa Simpang Empat, Desa Cempedak Lobang, Desa Naga Rejo, dan Desa Timbul Naga- dan juga wawancara dengan narasumber perempuan untuk mengetahui kondisi perlindungan hak-hak perempuan di kawasan tersebut.
Daftar Isi
Kata Pengantar
Bab 1. Pendahuluan
Bab 2. Gambaran umum mengenai PT PP Lonsum Tbk-Sumatera Utara
Bab 3. Profil desa-desa di dalam kawasan HGU PT PP Lonsum Tbk-Sumatera Utara dan catatan panjang konflik
Bab 4. Pelanggaran HAM: jenis, pola, dan variasinya
Bab 5. Berbagai kesaksian penting penduduk tentang peristiwa pelanggaran HAM
Bab 6. Langkah-langkah Negara dalam menangani tindak pelanggaran di kawasan perkebunan kelapa sawit.
Bab 7. Kesimpulan dan rekomendasi
-
Artikel Terkait:
- PASAR LUPA
Politik Transaksional ala Korban Pelanggaran HAM 18 Oct 2010 - KONSEP PELANGGARAN BERAT HAM 11 Feb 2010
- Glosari Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat: Bahan Bacaan Pelatihan bagi Penegak Hukum mengenai Hukum Hak Asasi Manusia di Indonesia 26 Dec 2009
|











