Konflik Perkebunan Memanas
”Konflik perkebunan semakin lama semakin meningkat. Ini mengikuti perkembangan luas lahan yang dikuasai oleh investor,” kata Direktur Eksekutif Elsam, Indriaswati Dyah Saptaningrum.
- Nina Suartika / Angga Haksoro
- 29 Juni 2012 - 8:13 WIB
VHRmedia, Jakarta- Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) mengungkapkan jumlah konflik perkebunan meningkat setiap tahun. Konflik meningkat sejalan dengan bertambah luasnya lahan perkebunan yang dikelola perusahaan.
”Konflik perkebunan semakin lama semakin meningkat. Ini mengikuti perkembangan luas lahan yang dikuasai oleh investor,” kata Direktur Eksekutif Elsam, Indriaswati Dyah Saptaningrum dalam diskusi ”Konflik Perkebunan: Kontestasi Bisnis dan HAM”, Kamis (28/6).
Menurut Indri, perusahaan semakin sering melakukan kekerasan terhadap masyarakat adat setempat. Aparat keamanan erap terlibat dalam kekerasan yang dilakukan perusahaan perkebunan. ”Dari banyak konflik jelas dilakukan oleh perusahaan untuk kepentingan bisnisnya. Dalam hal ini aparat kadang ikut serta menjadi penyebab konflik,” ujarnya.
Wakil Ketua Komnas HAM, Nurkholis mengatakan konflik perkebunan sulit diselesaikan meskipun menggunakan mekanisme hukum HAM internasional.
”Hukum HAM internasional belum menempatkan perusahaan sebagai subjek hukum. Subjek hukum HAM internasional adalah negara bukan perusahaan. Kita belum bisa membawa konflik perkebunan dan pemilik perusahaan besar yang melakukan kejahatan ke Mahkamah Pidana Internasional,” kata Nurkholis. (E1)
http://www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=5689
-
Related Articles:
- Perampasan Tanah untuk Pembangunan 11 Jan 2013
- Agama dan Perdamaian (Membaca Konteks Keindonesiaan)
Oleh Musdah Mulia 02 Nov 2011 - Menyegarkan Pemahaman Mengenai Kapitalisme Indonesia
Oleh Noer Fauzi Rachman 02 Nov 2011
|









