LSM HAM Elsam memperkirakan konflik sosial berbasis lahan dan sumberdaya agraria akan meningkat dalam empat bulan mendatang. Direktur Eksekutif Elsam Indri Saptaningrum mengatakan, konflik lahan berpeluang terjadi di daerah-daerah dekat dengan perusahaan-perusahaan perkebunan. Berdasarkjan pantauan Elsam, konflik lahan merebak di sejumlah daerah, seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.
"Kita prediksi dalam empat bulan ke depan spot-spot untuk peningkatan ekskalasi konflik yang berbasis konflik lahan dan sumberdaya agraria itu ada di kepulauan Sumatera termasuk Riau, kemudian Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian Jawa. Indikasinya berdasarkan pemetaan Elsam dalam empat bulan pertama sudah terjadi konflik mulai dari lampung, jambi, kemudian saya baru saja mendapat laporan bahwa terjadi proses konsolidasi masyarakat di Medan."ujar Indri.
Direktur Eksekutif Elsam Indri Saptaningrum menambahkan, maraknya konflik lahan lantaran tidak adanya aturan mengenai prasyarat bagi perusahaan yang masih terlibat sengketa lahan. Elsam menduga ada indikasi kongkalikong antara pemerintah daerah dengan pengusaha terkait pengeluaran izin operasional perusahaan.
Untuk itu, lanjut Indri, pemerintah harus membentuk inpres tentang Aksi Nasional Reformasi Agraria yang dipantau langsung oleh Unit kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Elsam juga mendesak pemerintah membentuk badan adhock untuk menyelesaikan konflik agraria.
Sumber: http://www.kbr68h.com/berita/nasional/26639-elsam-konflik-lahan-akan-terus-meningkat
-
Related Articles:
- Perampasan Tanah untuk Pembangunan 11 Jan 2013
- TUTUP BUKU DENGAN TRANSITIONAL JUSTICE?
MENUTUP LEMBARAN HAK ASASI MANUSIA 1999-2004 DAN MEMBUKA LEMBARAN BARU 2005 17 Aug 2005 - Laporan Hak Asasi Manusia 2003: Melemahnya Daya Penegakan Hak Asasi Manusia: Hutang, Kemiskinan dan Kekerasan 15 Sep 2004
|









