![]()
`Kaum Intoleran Intimidasi Kebebasan Berekspresi`
Kebebasan berekspresi adalah hak setiap orang untuk menggambarkan apapun yang dimiliki seserang dengan batas yang ada. Namun di antara kebebasan tersebut, masih ada pelaku pelanggaran ekspresi yang bisa mematikan hak asasi manusia tersebut.
![]()
Elsam: Kebebasan Berekspresi Jakarta Tidak Lebih Baik dari Papua
Berdasarkan survei Lembaga Studi Dan Advokasi Masyarakat (Elsam) di 5 provinsi, kebebasan berekspresi dimensi sosial-politik, agama, dan budaya di DKI Jakarta justru lebih buruk jika dibandingkan dengan daerah konflik seperti Papua.
![]()
Jakarta, Yogyakarta score poorly in cultural freedom
A study conducted by the Institute for Policy Research and Advocacy (ELSAM) shows that Jakarta, in spite of its image as the most cosmopolitan city in the country, is one of the least tolerant places.
![]()
Kebebasan Berekspresi di Jakarta, Yogyakarta Rendah
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) mengumumkan hasil survei mengenai kondisi kebebasan berekspresi di lima provinsi yang menunjukkan DKI Jakarta dan Yogyakarta memperoleh nilai rendah.
Survei: Kebebasan Berekspresi Di Jakarta dan Yogya Rendah
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) mengumumkan hasil survei mengenai kondisi kebebasan berekspresi di lima provinsi yang menunjukkan DKI Jakarta dan Yogyakarta memperoleh nilai rendah.
Kebebasan Berekspresi di Indonesia Masih Buruk
Roichatul (Komisioner Komnas HAM) menyoroti berbagai Perda yang melakukan pembatasan terhadap HAM. Menurutnya, pembatasan itu hanya layak dilakukan oleh peraturan setingkat UU atau di atasnya.
ELSAM: Kebebasan Berekspresi Sosial Politik di Papua Buruk
"Masyarakat di Papua saat mengungkapkan ekspresi damai berdimensi sosial politik, kerap dijerat dengan pasal-pasal makar di KUHP," jelasnya Wahyudi dari Elsam.
Kebebasan Berbudaya di Jakarta Tak Cukup Baik
Wahyudi menjelaskan, kelompok intoleran sebenarnya bukanlah kelompok mayoritas yang menentang kebebasan berbudaya. Namun, dengan alasan moralitas dan nilai agama, kelompok intoleran tersebut berhasil melakukan upaya represif terhadap penayangan suatu produk budaya, seperti pemutaran film atau pergelaran musik.

















