![]()
Two Dead as Police Fire Into Protesters in Bima
The Institute for Policy Research and Advocacy (Elsam) said that the police acted unprofessionally in dealing with the crowd. “The incident reflects police arrogance [and] inhumane and degrading treatment,” Elsam executive director Indriaswati Dyah Saptaningrum said on Sunday.
![]()
Elsam: Independensi Polri Dipertanyakan
"Tindakan aparat kepolisian di Sape, Bima, di luar batas kewenangannya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat," kata Indriaswati Dyah Saptaningrum, Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) dalam pernyataan pers yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (26/12/2011).
![]()
ELSAM Tuding Polisi Langgar HAM di Bima
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) mengutuk tindakan brutal aparat kepolisian dalam penanganan aksi demonstrasi di Bima, Nusa Tenggara Barat. Tindakan aparat kepolisian dinilai telah meninggalkan keberpihakan kepolisian kepada masyarakat.
![]()
Elsam: Tindakan Aparat Melebihi Batas Kemanusiaan
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) menilai langkah yang diambil aparat Kepolisian Republik Indonesia, dalam menangani demonstrasi dan blokade pelabuhan Sape di Bima, Nusa Tenggara Barat yang dilakukan oleh Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) melebihi batas dan kemanusiaan
![]()
Elsam: Polri Ibarat Benalu Masyarakat
Polisi dinilai bertindak brutal terhadap pengunjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat. Tindakan tersebut terus mendapat kecaman. ELSAM atau Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat menilai tindakan aparat sudah melampaui batas kemanusiaan.
![]()
KEKERASAN DI BIMA: Bentuk Tim Penyelidik Independen!
Direktur Eksekutif Elsam Indriaswati Dyah Saptaningrum menilai, tindakan aparat kepolisian telah melebihi batas-batas tugas dan kewenangannya, bahkan melebihi batas-batas kemanusiaan. "Tindakan aparat kepolisian mencerminkan arogansi dan keterasingan mereka dari masyarakat. Dalam menghadapi aksi demo massa, aparat kepolisian seharusnya tetap melakukan upaya persuasif," ujar Indri.
![]()
Lagi, SBY Didesak Copot Kapolri Dan Kapolda NTB
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberhentikan dan mengganti Kapolri dan Kapolda NTB terkait kasus kekerasan di Bima Nusa Tenggara Barat.
![]()
Elsam: Copot Kapolri dan Kapolda NTB
Belum usai peristiwa Mesuji ditangani dan diselesaikan oleh Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kembali aparat Kepolisian Republik Indonesia menjadi sorotan dengan terjadinya penembakan kepada sejumlah warga yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Tambang (FRAT), yang memblokade pelabuhan Sape.

















