Mereka yang Menjadi Korban: Hak Korban atas Restitusi, Kompensasi dan Rehabilitasi
Diterjemahkan dari: Study Concerning The Right to Restitution, Compensation and Rehabilitation for Victims of Gross Violations of Human Rights and Fundamental Freedom; by Mr. Theo van Boven
ELSAM.or.id - Mereka yang Menjadi Korban: Hak Korban atas Restitusi, Kompensasi dan Rehabilitasi
Diterjemahkan dari: Study Concerning The Right to Restitution, Compensation and Rehabilitation for Victims of Gross Violations of Human Rights and Fundamental Freedom; by Mr. Theo van Boven
Penulis: Theo van Boven
Editor: Ifdhal Kasim, Eddie Sius R Laggut
Kolasi: xxx, 132 halaman
Impresum: Jakarta: ELSAM, 2004
Seri: Transitional Justice
ISBN: 979-8981-26-X
Harga: Rp 40.000
Editor: Ifdhal Kasim, Eddie Sius R Laggut
Kolasi: xxx, 132 halaman
Impresum: Jakarta: ELSAM, 2004
Seri: Transitional Justice
ISBN: 979-8981-26-X
Harga: Rp 40.000
Erangan kesakitan di halaman-halaman buku ini tidak
pernah disuarakan oleh korban yang paling menderita dan sengsara.
Selama berabad-abad mereka terdiam membisu. Di mana pun hak asasi
manusia telah diinjak-injak secara kejam, di sanalah kebisuan dan
kepasifan merajalela, tidak meninggalkan jejak dalam sejarah; karena
sejarah mencatat perkataan mereka sendiri, atau paling tidak mencoba
berbuat demikian. Masih banyak dan kini pun demikian pria, wanita, dan
anak-anak yang sebagai akibat kemiskinan, teror, atau kebohongan; telah
dipaksa melupakan martabat yang sebetulnya tidak dapat dipisahkan dari
diri mereka, atau dibuat untuk melepaskan usaha-usaha untuk menjamin
pengakuan terhadap martabat itu oleh yang lain. Mereka membisu.
Kebanyakan korban yang mengeluh dan didengarkan adalah yang bernasib
mujur.
Buku ini merupakan laporan dari hasil studi yang dilakukan Mr. Theo van Boven, seorang pelapor khusus PBB. Buku ini hadir dengan harapan bahwa hak asasi manusia semakin menemukan bentuknya yang elegan dalam perjuangan demokratisasi di negeri ini. Konsep hak asasi manusia adalah elemen inti dari demokrasi itu sendiri. Baik konsep hak asasi manusia maupun demokrasi sama-sama menolak setiap sikap (entah terbahasakan dalam berbagai cara) yang merendahkan harkat dan martabat manusia. Keadilan harus ditegakkan. Korban harus dipulihkan dan dihormati. Itulah pesan utama buku ini dalam praktek kehidupan kita ke depan terutama di masa transisi ini. bagi setiap nurani yang terusik dan juga bagi yang tumpul tatkala menyaksikan korban berjatuhan di bawah tahta ketidakadilan, buku ini hadir menjadi pemacu semangat dan penyejuk agar tidak takabur.
Buku ini merupakan laporan dari hasil studi yang dilakukan Mr. Theo van Boven, seorang pelapor khusus PBB. Buku ini hadir dengan harapan bahwa hak asasi manusia semakin menemukan bentuknya yang elegan dalam perjuangan demokratisasi di negeri ini. Konsep hak asasi manusia adalah elemen inti dari demokrasi itu sendiri. Baik konsep hak asasi manusia maupun demokrasi sama-sama menolak setiap sikap (entah terbahasakan dalam berbagai cara) yang merendahkan harkat dan martabat manusia. Keadilan harus ditegakkan. Korban harus dipulihkan dan dihormati. Itulah pesan utama buku ini dalam praktek kehidupan kita ke depan terutama di masa transisi ini. bagi setiap nurani yang terusik dan juga bagi yang tumpul tatkala menyaksikan korban berjatuhan di bawah tahta ketidakadilan, buku ini hadir menjadi pemacu semangat dan penyejuk agar tidak takabur.
-
Artikel Terkait:
- HAM dan Realitas Transisional 18 Aug 2011
- Per Memoriam Ad Spem dilengkapi dengan Laporan Konsultan: Laporan Akhir Komisi Kebenaran dan Persahabatan Indonesia-Timor Leste 26 Mar 2010
- Keadilan Transisional : Sebuah Tinjauan Komprehensif 18 Sep 2005
- Kebenaran Tak Terbahasakan: Refleksi Pengalaman Komisi-Komisi Kebenaran, Kenyataan dan Harapan 18 Aug 2005
- Keadilan bagi pelaku, penderitaan bagi korban 20 Mar 2005
|
| Download File | |
![]() | Mereka yang Menjadi Korban (324.03 KB) |











