Youth Network Monthly Meeting “No Freedom Without Voice”

Youth Network Monthly Meeting

No Freedom Without Voice”

Berkembang pesatnya kelompok intoleran kini menjadi tantangan besar bagi kebebasan berekspresi, tidak terkecuali anak muda. Pelarangan diskusi Irshad Manji, bubarnya konser Lady Gaga akibat nilai yang mereka bawa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai yang entah milik siapa, merupakan bukti nyata bahwa ancaman terhadap kebebasan berekspresi semakin membesar dan mendesak pemuda untuk bertindak.

Anak muda yang dicap sebagai agen perubahan, jangan lalu hanya menjadi simbol yang kemudian hilang. Jangan sampai peran pemuda pemudi dalam perubahan harus terhenti akibat ruang – ruang atas kebebasan berekspresi dirampas tanpa perlawanan. Semangat pemuda dengan warna ekspresi yang beragam harus muncul kembali di ruang – ruang publik untuk menegaskan bahwa suara anak muda punya peran yang sangat penting dalam perubahan.

Youth Network merupakan jaringan komunitas/organisasi/individu muda yang punya inisiatif untuk perubahan sosial. Sejak 2011, Youth Network menjadi wadah anak muda untuk saling berbagi informasi dan mendukung kegiatan-kegiatan yang terkait dengan isu-isu perubahan sosial. Youth Network bersifat terbuka dan fokus pada partisipasi aktif dalam pergerakananak muda –sejauh ini masih di seputar Jabodetabek. Youth Network sudah beberapa kali membuat pertemuan dan diskusi bulanan hingga saat ini.

“Jaringan solidaritas orang muda yang sinergis,

berlandaskan kemanusiaan untuk mencapai perdamaian

dan keadilan sosial demi kemajuan bangsa.”

-Visi Jakarta Youth Network 2012

Menindak lanjuti visi Jakarta Youth Meeting 2012, kami mengundang kawan – kawan sekalian untuk “ngobrol sore” mengisi malam minggu di ELSAM [Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat] bersama anggota jaringan kami dari berbagai isu. Diharapkan kemudian ngobrol sore ini bisa menjadi sarana pertukaran ide dan pendapat mengenai kondisi dan tantangan anak muda untuk merebut kembali suara anak muda  di ruang publik.

Solidaritas kawan –kawan tanpa terbatas isu dan pemikiran masing – masing adalah harapan utama bagi jaringan pemuda.Suara pemuda yang mampu memberikan sumbangsih bagi sebuah perubahan nyata khususnya dalam peran anak muda dalam kehidupan  sehari – hari tanpa harus terjebak dalam pemikiran – pemikiran mereka yang berusia lanjut.

Salam Pemuda...

“If you knew my story word for word, had all of my history

Would you go along with someone like me...”

Young Folks - Peter Bjorn & John

Teknis Pelaksanaan

            Hari                 : Sabtu, 23 Juni 2012

            Tempat            : Kantor ELSAM

                                    Jl. Siaga II No.31 Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

            Waktu              : 14.00 - selesai

 

Tujuan

Youth Network Monthly Meeting “No Freedom Without Voice” ini bertujuan untuk :

1.      Menemukan pemahaman bersama di kalangan kaum muda mengenai kebebasan berekspresi di Indonesia serta berbagai tantangan serta hambatannya untuk membangkitkan solidaritas kaum muda;

2.      Menemukan isu bersama beserta rencana tindak lanjut yang sebaiknya dimiliki oleh Youth Network sebagai jaringan anak muda yang diharapkan dapat bersuara mengenai berbagai permasalahan ataupun potensi permasalahan yang ada di Indonesia.

 

Rangkaian Acara

Berikut adalah rangkaian acara yang dibuat untuk dapat mendukung tercapainya tujuan yang telah disebutkan :

 

15.00 – 17.00  Diskusi Kebebasan Berekspresi di Indonesia “No Freedom Without Voice”

17.00 – 19.00  Penentuan isu bersama dan RTL (Rencana Tindak Lanjut)

19.00 –            Makan malam

 

Diskusi Kebebasan Berekspresi di Indonesia “No Freedom Without Voice”

Diskusi ini untuk menilik lebih jauh mengenai kebebasan berekspresi di Indonesia, yakni : mengetahui berbagai hal yang masuk dalam konteks kebebasan berekspresi di Indonesia, mengetahui berbagai permasalahan yang ada maupun potensi permasalahan bersangkutan dengan kebebasan berekspresi, membahas kebebasan berekspresi dari beberapa bidang (artis, kelompok agama, dan sebagainya).

Point yang terakhir dimungkinkan dengan adanya diskusi bersama beberapa narasumber yang dalam melaksanakan kegiatannya menemukan berbagai hambatan dalam berekspresi, yakni :

1.      Kelompok Pemuda Ahmadiyah

2.      Vokalis band Tika and The Dissidents

3.      Pangeran Siahaan

4.      Sorge Magz dan Media Kampus Universitas Parahyangan, Bandung

Diskusi inilah yang dengan demikian memunculkan pemahaman bersama mengenai ancaman yang ada maupun yang potensial terhadap kebebasan berekspresi di Indonesia.

 

Penentuan isu bersama dan Rencana Tindak Lanjut

Dalam sesi ini, anak-anak muda yang bergabung dalam Youth Network yang tentunya memiliki bermacam-macam concern terhadap permasalahan yang berkembang di Indonesia, diharapakan dapat menemukan benang merah dalam berbagai permasalahan tersebut.

Penemuan benang merah dalam permasalahan tersebut bertujuan agar Youth Network memiliki pemahaman yang satu mengenai masalah yang ada sehingga pergerakannya sebagai kaum muda di Indonesia dapat terarah, meskipun dilakukan dalam berbagai bentuk, lembaga, organisasi, maupun kepentingan. Youth Network diharapkan dapat menjadi wadah pencarian pengetahuan maupun bantuan untuk menyelesaikan masalah yang dialami, baik oleh anggotanya maupun yang bukan anggotanya.

Sesi ini dibantu oleh seorang fasilitator yang mampu membantu merumuskan berbagai permasalahan yang meresahkan kaum muda.

Setelah menentukan isu bersama, barulah Youth Network dapat merumuskan tindak lanjut yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan dengan cara yang kira-kira tepat dan sesuai dengan jiwa muda dan kapasitas Youth Network.Dalam Rencana Tindak Lanjut ini, dimasukkan konsep Kegiatan Youth Rights Festival.