Modul Islam dan HAM
Penulis : Bisri Effendy, Miftahus Surur, Mh. Nurul Huda
Editor : Ahmad Baso, Ikhana Indah
Kata Pengantar : DR. Rumadi
Daftar Isi
|
Pengantar Penerbit |
|
3 |
|
|
Glosarium |
|
4 |
|
|
Kata Pengantar |
|
7 |
|
|
Pendahuluan |
|
12 |
|
|
Bagian I |
|
Islam, Keadilan dan Tanggung Jawab Negara |
20 |
|
|
1 |
Islam dan Tujuan Utama Syariah |
21 |
|
|
2 |
Islam dan Keadilan |
27 |
|
|
3 |
Relasi Islam dan Negara |
37 |
|
Bagian II |
|
Hak Asasi Manusia Universal dan Instrumen-instrumen Pokok |
50 |
|
|
1 |
Hak Asasi Manusia Universal |
51 |
|
|
2 |
Instrumen-instrumen Pokok dan Khusus |
58 |
|
Bagian III |
|
Mendialog-kan Islam dan Hak Asasi Manusia |
61 |
|
Bagian IV |
|
Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut |
70 |
|
|
1 |
Evaluasi |
71 |
|
|
2 |
Rencana Tindak Lanjut |
73 |
|
Daftar Pustaka |
|
|
74 |
|
Indeks |
|
|
76 |
|
Profil Penulis |
|
|
129 |
|
Profil Editor |
|
|
130 |
|
Profil ELSAM |
|
|
131 |
|
Profil Tankinaya |
|
|
133 |
Pengantar Penerbit
Satu dekade belakangan ini eksistensi dan keutuhan Pancasila dan NKRI sepertinya berada dalam ancaman besar. Kelompok-kelompok garis keras dan fundamentalis seakan mencengkeram sebagian besar tatanan kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Kekerasan dan konflik yang mengatasnamakan agama seolah menjadi “berita” keseharian dalam lembaran Negara Indonesia. Belum lagi semakin maraknya pembuatan dan penerapan Peraturan Daerah bernuansa syariat Islam yang semakin mengalienasi kelompok masyarakat non-islam. Bahkan melunturkan nilai-nilai bangsa Indonesia yang “plural”.
Permasalahan ini timbul sebagai akibat gencarnya formalisasi agama yang dilakukan kelompok-kelompok garis keras dan fundamentalis. Formalisasi agama ini tentu sangat membahayakan, baik bagi agama itu sendiri maupun penganutnya, bahkan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Dengan formalisasi agama, agama akan dilepaskan dari konteks sosial dan kultural, dan pesan-pesannya akan ditentukan berdasarkan bingkai ideologis dan atau platform partai politik. Dalam situasi demikian, identitas dan symbol-simbol keagamaan menjadi bagian terpenting, bahkan lebih penting dari substansi pesan agama itu sendiri. Kelompok-kelompok ini mengejar simbol-simbol, bukan mengamalkan substansi ajaran agama.
Sekilas, memang ideologi dan upaya-upaya yang dilakukan kelompok garis keras dan fundamentalis ini seakan-akan sebagai sebuah usaha dan sarana memperbaiki moral bangsa dari berbagai “penyakit moral” yang membelenggu bangsa Indonesia. Sementara, apabila dibaca secara lebih dalam, gerakan yang dilakukan kelompok garis keras dan fundamentalis ini berpotensi memecah belah bangsa Indonesia sebagai bangsa yang plural.
Buku modul Islam dan Hak Asasi Manusia yang diterbitkan ELSAM dan Tankinaya Institut ini memiliki keinginan untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilai bangsa Indonesia sebagai bangsa yang plural dan agamis. Sehingga, terjadi dialog yang dinamis antara Islam sebagai agama yang membawa misi “rahmatan lil ‘alamin” dengan hak asasi manusia yang selama ini seringkali dipertentangkan. Dengan harapan, terjadinya dialog ini dapat memberikan kontribusi untuk mencegah atau, bahkan mengurangi gerakan-gerakan kelompok garis keras dan fundamentalis.
Akhirnya, selamat membaca!
|
| Download File | |
![]() | Modul HAM dan Islam (583.05 KB) |









