Korupsi Sumber Daya Alam Semakin "Fantastis"

Pembatasan kepemilikan untuk grup perusahaan, yang dalam draft revisi pembatasan HGU untuk sektor perkebunan seluas 100 ribu hektare se-Indonesia. Pemerintah berargumen pembatasan itu untuk melawan kartel. "Namun jika dilihat lebih rinci, pembatasan itu tidak berlaku bagi BUMN, BUMD, Koperasi dan Perusahaan Perkebunan dengan status perseroan terbuka (go public) yang sebagian besar sahamnya dimiliki masyarakat. Ini omong kosong, karena dengan pengecualian tersebut, tetap memungkinkan monopoli korporasi, karena semua bentuk perusahaan perkebunan saat ini hanya dalam bentuk tersebut, kecuali perkebunan rakyat.

Revisi PERMENTAN No. 26 Tahun 2007 [Draft per 1 April 2013]

MATRIKS PERBANDINGAN PERMENTAN NOMOR 26 TAHUN 2007 DENGAN KONSEP PENYEMPURNAAN PERMENTAN NOMOR 26 TAHUN 2007

Perbaikan Tata Kelola di Sektor Perkebunan

Presentasi oleh Mas Achmad Santosa, disampaikan pada Diskusi Terbatas Mengenai Revisi PERMENTAN No. 26 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pemberian Izin Usaha Perkebunan. Diselenggarakan oleh ELSAM, Sawit Watch, SPKS, dan PILNET di Jakarta, 29 Mei 2013.

Arah Revisi Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan [PERMENTAN No. 26 Tahun 2007]

Disampaikan pada diskusi terbatas membahas Permentan No. 26 Tahun 2007. Diskusi diselenggarakan di Jakarta pada 29 Mei 2013.

Catatan Diskusi Terbatas Mengenai Revisi PERMENTAN No. 26 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pemberian Izin Usaha Perkebunan

Dskusi terbatas membahas Permentan No. 26 Tahun 2007. Diskusi diselenggarakan di Jakarta pada 29 Mei 2013.

Sawit yang Melukai, tetapi Disukai

Berulang kali Mulyani mengaku dikhianati pemerintah. Padahal, Mulyani kini Sekretaris Desa Biru Maju. Mulyani dan ratusan keluarga transmigran hanya mampu menahan geram. Tiba-tiba pada suatu malam buta tahun 2004, sebuah perusahaan kelapa sawit membuldoser lahan warga Biru Maju. Tanpa peringatan, juga tanpa ganti rugi. Dikawal aparat, lahan seluas 640 hektar diratakan, kemudian ditanami kelapa sawit.

Statement of the Phnom Penh Workshop on Human Rights and Agribusiness in Southeast Asia: Making the Bali Declaration Effective

The 31 participants of this workshop drawn from Asian National Human Rights Institutions from Indonesia, Thailand, Malaysia, Timor Leste, Myanmar and South Korea and supportive civil society organisations, met in Phnom Penh between the 9th and 11th October 2012, to review national and regional progress with putting into effect the Bali Declaration on Human Rights and Agribusiness.

 First   <    1    2     >   Last 

Pelanggaran HAM Masa Lalu
Kebebasan Berekpresi
Reformasi Hukum dan Kebijakan
Bisnis & Hak Asasi Manusia
Anti Penyiksaan
Ratifikasi Statuta Roma

Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) sebagai salah satu Agenda Hak Asasi Manusia di Aceh

Selengkapnya
Intimidasi dan Kebebasan: Ragam, Corak dan Masalah Kebebasan Berekspresi di Lima Propinsi Periode 2011-2012

Selengkapnya
Membangun Perkebunan yang Berkeadilan, Berkelanjutan dan Demokratis Catatan atas Revisi Permentan Nomor: 26/Permentan/OT. 140/2/2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan

Selengkapnya